Iseng searching tentang Ampelgading, dapat beritanya ya bukan berita bagus. Gara-gara redaksionalnya bikin saya ketawa, maka saya copy saja di blog ini. Mari disimak.
POSKOTA---Tak ada rotan akarpun berguna, begitu kata pepatah lama. Bagi
Mulyakin, 35, dari Malang, pepatah itu bisa ditafsirkan: tak ada istri,
adik iparpun berguna. Makanya, di kala bini jadi TKI di Arab Saudi,
Marni, 17, adik iparnya pun disetubuhi sampai hamil 4 bulan. Tentu saja
sang mertua jadi mencak-mencak!
Lelaki memang tak bisa hidup tanpa wanita. Buktinya, penyanyi
Waldjinah pun sampai mengatakan dalam lagu “Walang Kekek”: aja ngenyek
karo wong wedok, ditinggal lunga setengah mati (jangan hina perempuan,
ditinggal pergi kelabakan). Fakta di lapangan lalu membuktikan, banyak
lelaki rakus main tabrak sana sini gara-gara jauh dari istri. Ada janda
nganggur, disikat. Bahkan, bini tetangga yang masih difungsikan
pemiliknya, banyak pula yang ditubruk!
Mulyakin warga Desa Tamansari Kecamatan Ampelgading, Malang (Jatim),
agaknya termasuk lelaki yang tak bisa hidup tanpa wanita. Baginya,
perempuan bagian dari sembako (sembilan bahan pokok) dalam kehidupan
rumahtangga. Bila sembako jenis beras bisa dikonversi dengan singkong,
tapi wanita mau dikonversi dengan apa? Ia memang merupakan komponen dan
elemen yang tak bisa digantikan, meski kadang-kadang sedang mens!
Sesuai dengan usianya yang balita (di bawah lima puluh tahun),
Mulyakin memang masih sangat enerjik. Sayangnya, kuat dalam urusan
onderdil tetapi lemah dalam urusan materil. Bahasa populernya, dia sudah
miskin sebelum harga BBM dinaikkan Pak SBY. Salah satu indikasinya,
sejak setahun lalu istrinya teken kontrak jadi TKI ke Arab Saudi. Tragis
memang, demi urusan perut, harus mengorbankan kepentingan yang di bawah
perut.
“Ah, kan hanya 2 tahun, Mas. Nanti saya kembali sudah punya modal
untuk menata kehidupan kita,” kata Mijah, 30, saat mau berangkat dulu.
Mulyakin yang gak sembada (tak bisa menjamin) ekonomi keluarga, terpaksa
mengalah. Itu artinya, selama dua tahun harus puasa wanita. Memang
benar sih, lelaki takkan mati hanya karena jauh dari istri. Tapi
“kedinginan” selama 720 hari nonstop di kota Malang nan dingin, juga
merupakan siksaaan maha berat.
Sebulan dua bulan Mulyakin memang masih bisa bertahan. Tapi pada
kwartal kedua jauh dari istri, petani tanpa dasi dari Ampelgading ini,
tak sanggup lagi. Dia nekad minta tidur seranjang dengan adik iparnya,
Marni. Sebetulnya si adik sudah menolak dan mengusir, tapi Mulyakin
ngotot saja. “Tolong Dik, sebentar saja. Di luar hawanya dingin,” begitu
kata Mulyakin.
Percaya akan alasan kakak ipar, Marni membiarkan saja. Namun apa yang
terjadi, saat gadis itu sudah kembali dibuai mimpi, tahu-tahu Mulyakin
menggerayangi dirinya. Ketika tersadar, ternyata suami daripada mbakyu
tersebut sudah ngethapel (nyemplak) di atas tubuhnya. Ibarat Tomcat
emigran dari Surabaya, Marni berusaha mengibaskannya. Tapi tak bisa
juga, karena sudah kadung lengket. Akhirnya, Marni yang tadinya ogah dan
main gebah, sekarang malah ah, ah, dan ah………
Dua-duanya merasa keasyikan, sehingga lain hari dan waktu diulangi
dan diulangi. Marni baru kaget saat 6 bulan kemudian dinyatakan hamil 4
bulan. Orangtuanyapun mencak-mencak setelah tahu pelakunya Mulyakin.
Terpaksa mantu celamitan itu dilaporkan ke Polsek Ampelgading.
“Gading” Mulyakin seruduk ke sana kemari sih. (DS/Gunarso TS)
Popular Posts
-
Berbicara tentang rezeki sangatlah menarik dan diminati oleh banyak orang. Pasalnya inilah yang diharapkan dan diinginkan oleh setiap ora...
-
Saya adalah seorang manusia yang dilahirkan dari sebuah desa di salah satu kecamatan di kabupaten Malang. Saya memulai karir dengan mema...
-
Sekarang saya akan mencoba mengangkat masalah yang agak membutuhkan energi, yaitu Kiln. Kenapa saya mengangkat tema ini, karena selain s...
-
Melanjutkan yang semalam, setelah selesai menambal ban dan hujan sudah reda, kita langsung bergegas menuju destinasi berikutnya, “Segaran” ...
Jumat, 14 Juni 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar